Selasa, 02 Januari 2018

PENILAIAN AKTIVA BERDASARKAN IFRS DAN GAAP


TEORI AKUNTANSI
PENILAIAN AKTIVA BERDASARKAN IFRS DAN GAAP

            Menurut Hendi Somantri (2000:121) “Aktiva tetap atau disebut plant assets adalah aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam kegiatan usaha perusahaan, dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun”. Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu Aktiva dan dikelompokan sebagai aktiva tetap apabila :
1.    Besar kemungkinan bahwa manfaat keekonomian dimasa yang akan datang
2.    Berkaitan dengan entitas tertent
3.    Memajukan pengorbanan ekonomi untuk memperoleh aktiva
4.    Menunjukan proses akuntansi
5.    Berkaitan dengan dimensi waktu
Jadi yang dimaksud aktiva tetap adalah aktiva yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa lebih dari satu tahun. Aktiva tetap lazimnya dicatat sejumlah harga perolehan. yang dimaksud harga perolehan adalah sejumlah uang yang dikeluarkan atau hutang yang timbul untuk memperoleh aktiva tetap, sampai aktiva tetap yang bersangkutan siap dioperasikan, maka harga perolehan ditetapkan sebagai berikut :
1)   Aktiva tetap yang diperoleh dalam bentuk siap pakai, harga perolehan ditetapkan atas dasar harga beli ditambah dengan harga biaya yang terjadi sebubungan dengan usaha menempatkan aktiva tetap yang bersangkutan. Contoh : biaya pemasangan, percobaan, dll.
2)   Aktiva tetap yang dibangun sendiri, harga perolehan ditetapkan atas dasar biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pembangunan aktiva tetap yang bersangkutan, hingga siap dipergunakan. Contoh : biaya tenaga kerja, biaya tak langsung.
3)   Aktiva tetap yang diperoleh melalui pertukaran non moneter, harga perolehan ditetapkan atas dasar harga pasar aktiva diserahkan atau harga pasar aktiva diterima, tergantung harga mana yang lebih wajar.
4)   Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan, harga perolehan ditetapkan atas dasar harga pasar aktiva yang terima atau harga taksiran yang wajar.

Pengertian dan Penilaian Perputaran Aktiva tetap
            Menurut Beams ( 2000: 121) perputaran aktiva tetap adalah “Posisi aktiva Tetap dan taksiran waktu perputaran aktiva tetap dapat dinilai dengan menghitung tingkat perputaran aktiva tetap yaitu, dengan membagi penjualan dengan total aktiva tetap bersih“.
            Maka dapat disimpulkan bahwa perputaran aktiva tetap ditentukan oleh 2 faktor utama yaitu, penjualan dan total aktiva tetap bersih. Yang dimaksud total aktiva tetap bersih adalah total aktiva tetap setelah dikurangi penyusutan aktiva tetap.
Prinsip Penilaian Aktiva tetap
            Penilaian aktiva tetap berkaitan dengan penentuan nilai pertukaran dari aktiva tersebut. Ada dua jenis pertukaran yaitu, nilai keluaran dan nilai masukan. Nilai keluaran adalah: aliran dana yang diperkirakan akan diterima perusahaan dimasa uang akan datang sesuai dengan harga pertukaran. sedangkan nilai masukan menunjukan jumlah rupiah yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh aktiva yang akan digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan.
            Dalam hubungannya dengan pengeluara-pengeluaran yang berhubungan dengan pengunaan aktiva tetap terdiri dari:
Ø Pemeliharaan (Maintenance)
     Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk mempertahankan aktiva tetap pada kondisi yang tetap baik. Dengan demikian tidak mengakibatkan penambahan manfaat.
Ø Reparasi
     Adalah pengeluaran yang bertujuan mengembalikan aktiva tetap pada kondisi semula. Manfaat ini hanya untuk kelangsungan jalannya operasi.
Ø Penggantian (Replacement)
     Adalah pengeluaran untuk mengantikan sebagian (komponen) aktiva tetap yang rusak berat. Akan menambah terhadap usia pengunaan aktiva tetap yang bersangkutan .
Ø Perbaikan (Betterment)
     Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk meningkatkan akiva tetap dari kondisi semula kepada kondisi yang lebih baik.
Ø Penambahan (Addition)
     Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk memperluas dan peningkatan fasilitas yang sudah ada, misalnya penambahan bangunan.
Penyusutan Aktiva Tetap
            Menurut Hendi Somantri (2000:126) penyusutan adalah “Alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi, penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung”.
            Nilai perolehan aktiva tetap, selama masa penggunannya akan turun setiap saat, sehingga habis masa pengunaannya aktiva tetap dianggap sudah tidak mempunyai manfaat lagi bagi perusahaan. Karena aktiva tetap memberikan manfaat selama beberapa periode akintansi, maka kerugian tersebut harus dibebankan kepada periode–periode selama masa penggunaannya.
            Besarnya penyusutan yang menjadi beban setiap periode selam masa penggunannya. Aktiva tetap, tergantung kepada empat faktor sebagai berikut :
1.    Harga Perolehan
2.    Nilai Sisa atau Nilai Residu
            Adalah nilai aktiva tetap setelah habis masa penggunannya, biasanya ditetapkan atas dasar taksiran.
1.    Usia Ekonomis atau Usia Manfaat
2.    Metode Penyusutan yang diterapkan
            Metode penyusutan pada dasarnya dirancang atas dasar faktor-faktor tertentu contohnya : faktor waktu, faktor penggunaan. Metode penyusutan yang berdasarkan kepada faktor waktu antara lain:
1.      Metode Garis Lurus
Dimana metode ini , beban penyusutan tiap tahun penggunan aktiva tetap jumlahnya sama. Penyusutan = Harga perolehan – Nilai Residu
                               Usia Ekonomis
2.      Metode Beban Menurun yaitu :
a)      Metode Jumlah Angka Tahun
Metode ini penyusutan untuk tiap tahun jumlahnya menurun
Penyusutan : Sisa usia aktiva tetap x jmlh yang disusutkan Jumlah angka tahun usia
b)      Metode Menurun Ganda
Penyusutan ditetapkan atas dasar prosentase tertentu yang dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan.
Sedangkan metode penyusutan yang didasari kepada faktor penggunaanya, terdiri dari :
3.      Metode Satuan Jam Kerja
Metode ini, beban penyusutan ditetapkan atas dasar jam kerja yang dapat dicapai dalm periode yang bersangkutan .
penyusutan : jam kerja yg dicapai x tarif penystan tiap jam kerja
Tarif penyusutan tiap jam kerja : harga perolehan –nilai residu
Taksiran jam kerja yg dpt dicapai
4.      Metode Satuan Hasil Produksi
Metode ini sama dengan satuan jam kerja, yaitu berdasarkan kepada faktor penggunaannya.
Tarif penyusutan tiap satuan : harga perolehan –nilai residu
Taksiran jumlah satuan yang dihasilkan
Perlakuan Akuntansi di Negara lain mengenai Penilaian Aktiva
            Standar Akuntansi adalah regulasi atau aturan (temasuk pula hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusutan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi standar akuntansi. Standar akuntansi merupakan hasil dari penetapan standar, meskipun pada praktiknya berbeda dengan yang telah ditentukan oleh standar. Perbedaan ini disebabkan antara lain:
Ø  Hukum atas ketidakpatuhan terhadap ketentuan akuntansi resmi, pada kebanyakan Negara cenderung lemah dan tidak efektif.
Ø  Perusahaan secara sukarela boleh melaporkan informasi akuntansi lebih banyak daripada yang diharuskan.
Ø  Beberapa Negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan melakukannya maka operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik.
Ø  Di beberapa Negara standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan itu sendiri, bukan untuk laporan konsolidasi.
            Penetapan standar akuntansi pada umumnya melibatkan gabungan dari sektor swasta dan sektor publik. Sektor swasta meliputi profesi akuntansi, pengguna, dan penyusun laporan keuangan, sedangakan sektor publik antara lain otoritas pajak kementerian yang bertanggung jawab atas hukum komersial serta komisi pasr modal. Selain kedua faktor tersebut terdapat pula bursa efek yang turut mempengruhi penetapan standar akuntansi ini
Penetapan dari faktor-faktor ini berbeda antara satu Negara dengan Negara yang lain. Dalam hal ini kita akan membandingkan sistem akuntansi nasional khususnya Penilaian Aktiva enam Negara besar meliputi Prancis, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, dan amerika Serikat. Berikut adalah kajian sistem akuntansi nasional khususnya penilaian aktiva enam Negara yang di perbandingkan.
a.    Prancis
Akuntansi prancis memiliki karakteristik ganda yaitu:
Perusahaan secara tersendiri
1.    Sewa guna usaha dilakukan langsung sebagai beban
2.    Aktiva berwujud dinilai berdasarkan historical cost
3.    Aktiva tetap didepresiasikan dengan metode garis lurus atau saldo berganda
4.    Revaluasi atas nilai berjalan (current value) dimungkinkan, khususnya untuk property, pabrik, peralatan dan investasi jangka panjang.
5.    Persediaan dinilai berdasarkan metode FIFO atau rata-rata tertimbang
6.    Biaya R&D dibebankan pada saat terjadinya. Dikapitalisasikan dan di amortisasi tidak lebih dari 5 tahun.
7.    Cadangan resmi harus dibuat dengan menyisihkan 5% dari laba/tahun
Ø  Kelompok usaha konsolidasi
1.    Standar pelaporan keuangan internasional (IFRS) menjadi dasar laporan konsolidasi di prancis setelah tahun 2009
2.    Lebih fleksibel, menyesuaikan dengan IFRS bahkan GAAP
3.    Sewa guna usaha tidak harus dikapitalisasi
4.    Metode pembelian umumnya digunakan dalam mencatat penggabungan usaha.
Penilaian Aktiva di Negara Prancis adalah  historis.


b.   Jerman
       Praktik akuntansi jerman mengacu kepada Hukum Komersial (HB). Penilaian Aktiva di Negara Jerman menggunakan biaya historis dasar penilaian aktiva berwujud.
c.    Jepang
       Akuntansi dan pelaporan keuangan jepang mencerminkan gabungan pengaruh domestik dan internasioanal dimana secara umum berkembang. Persediaan dapat dinilai berdasarkan biaya perolehan atau mana yang lebih rendah antara biaya atau harga pasar, namun biaya yang paling banyak digunakan. Investasi pada surat berharga dinilai sebesar nilai pasar. Aktiva tetap dinilai sebesar biaya perolehan dan disusutkan sesuai dengan hukum pajak. Metode saldo menurun merupakan metode depresiasi yang paling umum. Penilaian Aktiva di Negara Jepang adalah historis.
d.   Belanda
       Belanda memiliki ketentuan akuntansi dan pelaporan keuangan yang permisif meskipun dengan standar praktik-praktik professional yang sangat tinggi dengan orientasi pada penyajian yang wajar. Pelaporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua aktivitas yang berbeda. Goodwill yang merupakan perbedaan antara biaya akusisi dengan wajar aktiva dan kewajiban yang dibeli. Metode ini umum digunakan biasa disebut sebagai pembelian. Penilaian Aktiva di Negara Belanda adalah historis & current.
e.    Inggris
       Akuntansi di inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan secara pragmatis menikapi kebutuhan dan praktik usaha. Warisan akuntansi inggris bagi dunia sangat penting. Inggris merupakan Negara pertama didunia yang mengembangakan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang.
       Inggris memperbolehkan baik metode akusisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk penggabungan usaha. Kondisi penggunaan metode disebut sebagai pooling of interest method di Amerika Serikat begitu ketat sehingga hampir tidak pernah digunakan. Pengeluaran reset dihapus bukukan pada tahun terjadi pengeluaran dan dalam kondisi tertentu biaya pengembangan dapat di tangguhkan. Namun demikian, dalam praktik hanya sedikit preusan inggiris yang melakukan kapitalisasi atas biaya pengembangan. Sewa guna usaha mengalihkan risiko dan imbalan kepemilikan kepada pihak penyewa (lessee) dikapitalisasikan dan kewajiban sewa guna usaha disajikan sebagai akun kewajiban. Penilaian Aktiva di Negara Inggris adalah historis.
f.     Amerika Serikat
       Akuntansi di Amerika Serikat di atur oleh sektor badan swasta (FASB) serta lembaga sebuah pemerintah (SAC). Proses auditing perudahaan publik sendiri di atur oleh badan pengawas Akuntansi perusahaan publik (PCAOB) yang langsung diawasi oleh STC. Penilaian Aktiva di Negara Amerika Serikat adalah historis.
IFRS di Negara lain
Prancis
1.      Standar pelaporan keuangan internasional (IFRS) menjadi dasar laporan konsolidasi di prancis setelah tahun 2009
2.       Lebih fleksibel, menyesuaikan dengan IFRS bahkan GAAP
3.      Standar IFRS lebih mengarah pada penggunaan nilai wajar, terutama properti investasi, beberapa aset tak berwujud, aset keuangan, dan aset biologis. Dengan demikian maka diperlukan sumber daya yang kompeten untuk menghitung nilai wajar atau bahkan perlu menyewa jasa konsultan penilai terutama untuk asset-aset yang tidak memiliki nilai pasar aktif.
Perbedaan GAAP dengan IFRS terletak pada :
1.      Dalam metode penilaian persediaan, GAAP mengenal metode FIFO, LIFO dan avarege, sedangkan IFRS hanya mengenal metode FIFO dan avarage saja.
2.      Dalam Laporan Keuangan versi GAAP terdapat pos luar biasa, sedangkan Laporan Keuangan IFRS tidak terdapat pos luar biasa, tetapi diganti dengan pendapatan komprehensif lainnya.
3.      GAAP berbasis aturan, sedangkan IFRS berbasis prinsip saja.
4.      Dalam mengukur nilai aset, GAAP menilai menggunakan nilai historis, sedangkan IFRS menilai menggunakan nilai wajar.
5.      Fokus Laporan keuangan pada GAAP adalah Laporan Laba Rugi, sedangkan IFRS berfokus pada Laporan Posisi Keuangan (neraca) dan Laporan Laba Rugi.

DAFTAR PUSTAKA
http://yetikusumawati.blogspot.co.id/2011/03/penilaian-aktiva.html
http://leoagung16.blogspot.co.id/2015/04/mengenal-perbedaan-ifrs-dengan-us-gaap.html
http://ywap4315.blogspot.co.id/







Sabtu, 27 Juni 2015

Makalah TIK

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
DAN KOMUNIKASI


          SEJARAH TEKNOLOGI INFORMASI

Perkembangan peradaban manusia diiringi dengan perkembangan cara penyampaian informasi yang selanjutnya dikenal dengan istilah teknologi informasi.
Mulai dari gambar-gambar yng tak bermakna didinding-dinding gua,peletakan tonggak sejarah dalam bentuk prasasti sampai diperkenalkannya dunia arus informasiyang kemudian dikenal dengan nama internet. Informasi yang disampaikan pun berkembang.Dari sekedar menggambarkan keadaan sampai taktik bertempur.
     1)   Masa Prasejarah (…s.d.3000SM)
Pada awalnya teknologi informasi yang dikembangkan manusia pada masa ini berfungsi sebagai system untuk pengenalan bentuk-bentukyang mereka kenaL.Mereka menggambarkan informasi yang didapatkan pada dinding gua,tentang berburu dan binatang buruannya.
Karena kemampuan mereka dalam berkomunikasi hanya berkisar pada bentuksuara dengus dan isyarat tangan,maka perkembangan selanjutnya adalah diciptakan dan digunakannya alat-alatv yang menghasilkan bunyi dan isyarat seperti gendang,terompet yang terbuat dari tanduk binatang,isyarat asap sebagai alat pemberi peringatan terhadap bahaya.
2)   Masa Sejarah (3000 SM s.d. 1400M)
Masa ini teknologi informasi belum menjadi teknologi missal seperti yang kita kenal sekarang ini,teknologi informasi masih digunakan oleh kalangan-kalangan terbatas saja,digunakan  pada saat-saat khusus dan mahal.


  1. Masa modern (1400 M s.d. sekarang)
·               Tahun 1455
Mesin cetak yang menggunakan plat huruf yang terbuat dari besi yang bias diganti-ganti dalam bingkaiyang terbuat dari kayu dikembangkan untukpertama kalinya oleh Johan Gutenberg.
·               Tahun 1830
Augusta Lady Byron menulis program computer yang dan menghasilkan bentukkeluaran dalam sebuah kartu. pertama di dunia bekerja sama dengan Charles Babage menggunakan mesin analytical-nya.Program ini di desain mampu memasukkan data,mengelolah data
Mesin ini dikenal sebagai bentuk komputert digital pertama walaupun cara klerjanya lebih bersifat mekanis daripada bersifat digital, 94 tahun sebelum computer digital pertama ENIAC I dibentuk.
·                     Tahun 1837
SamuelMorse mengembangkan telegraf dan bahasa kode morse bersama SIR William Cook dan Sir Charles Wheat Stone yang dikirim secara elektronik anatar dua tempat yang berjauhan melalui kabel yang menghubungkan kedua tempat tersebut.Halini menunjukan bahwa informasi dapat diterima dan dipergunakan secara luas  tanpa dirintangi oleh jarak dan waktu.
·               Tahun 1861
Gambar bergerak yang proyeksinya ke dalam sebuah layar pertama kali di gunakan sebagai cikal bakal film sekarang.
·               Tahun 1876
Melvy Dewey mengembangkan system penulis decimal
·               Tahun 1877
Alexsander Graham Bell menciptakan dan mengembangkan telepon yang dipergunakan pertama kali secara umum dan Fotografidengan kecepatan tinggiditemukan oleh Edward Maybridge.
·               Tahun 1899
Dipergunakan system penyimpanan dalam tape(pita) magnetis yang pertama.
·               Tahun 1923
Zvorkyn menciptakan tabung TV yang pertama
·               Tahun 1940
Dimulainya pengembangan ilmu pengetahuan dalam bidang informasi pada masa Perang Dunia II untuk pengiriman dan penerimaan dokumen-dokumen militer yang disimpan dalam bentuk magnetic tape
·               Tahun 1945
Vannever Bush mengembangkan system pengkodean menggunakaan Hypertext
·               Tahun 1946
Komputer digital pertamadi dunia ENIAC I dikembangkan
·               Tahun1948
Para peneliti di BellTelephone mengembangkan transistor
·               Tahun 1972
RayTomlinson menciptakan program e-mail yang pertama
·               Tahun 1973-1990
Istilah internet diperkenalkan dalam sebuah paper mengenai TCP/IP Kemudian dilakukan pengembangan sebuah protocol jaringan yang kemudian dikenal dengan nama TCP/IP yang dilambangkan oleh grupdari DARPA. Tahun 1981 NationalScienceFoundation mengembangkman Backbone ang disebut CSNET dengan kapasitas 56kpbs untuk setiap institusi dalam pemerintahan.
Kemudian Tahun 1986 IETF mengembangkan sebuah server yangberfungsisebagai alat koordinasi,di antaranya DARPA,ARPANET,DDN dan Internet Gateway.
·               Tahun1991 – sekarang
Sistem bisnis dalam bidang teknologi informasi peratama kali terjadi ketika CERN dalam menanggulangi biaya operasionalnya` memungut bayaran daripada anggotanya.Sehingga pada tahun 1992 terbentuk komunitas internet dan diperkenalkannya istilah World WideWeb (www) oleh CERN.
Tahun 1993 NSF membentuk InterNIC untuk menyediakan jasa pelayanan internet menyangkut direktori dan penyimpanan data serta database(oleh AT & T). Jasa registerasi (oleh Network Solution Inc) dan jasa informasi ( oleh General Atomics(ERFNet).




2.2     PENGERTIAN TEKNOLOGI INFORMASI       

Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan lama. informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan lebih cepat lebih luas sebarannya, dan lebih lama penyimpanannya.
Agar lebih mudah memahaminya mari kita lihat perkembangan di bidang teknologi informasi. Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain.
Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja. Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan

 Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain.
Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat mencoba dan memahami informasi yang ingin disampaikan pembuatnya

Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan
.
Kemajuan teknologi informasi dan telekomunikasi begitu pesat, sehingga memungkinkan diterapkannya cara-cara baru yang lebih efisien untuk produksi, distribusi dan konsumsi barang dan jasa. Proses inilah yang membawa manusia ke dalam Masyarakat atau Ekonomi Informasi. Masyarakat baru ini juga sering disebut sebagai masyarakat pasca industri.

2.3    PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi. Data atau informasi yang pada jaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik.
Tidak berlebihan jika salah satu pakar IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif sebagai berikut: “seandainya dunia otomotif mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat ini telah dapat diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu hingga kecepatan maximum 10,000 km/jam, dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar Amerika !”.
Secara mikro, ada hal cukup menarik untuk dipelajari, yaitu bagaimana evolusi perkembangan teknologi informasi yang ada secara signifikan mempengaruhi persaingan antara perusahaan-perusahaan di dunia, khususnya yang bergerak di bidang jasa.

Secara garis besar, ada empat periode atau era perkembangan sistem informasi, yang dimulai dari pertama kali diketemukannya komputer hingga saat ini. Keempat era tersebut (Cash et.al., 1992) terjadi tidak hanya karena dipicu oleh perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat, namun didukung pula oleh teori-teori baru mengenai manajemen perusahaan modern.
Ahli-ahli manajemen dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael Hammer, Porter, sangat mewarnai pandangan manajemen terhadap teknologi informasi di era modern.
Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa masih banyak perusahaan terutama di negara berkembang (dunia ketiga), yang masih sulit mengadaptasikan teori-teori baru mengenai manajemen, organisasi, maupun teknologi informasi karena masih melekatnya faktor-faktor budaya lokal atau setempat yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya.



1.      ERA  KOMPUTERISASI

Pemakaian komputer di masa ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, mempergunakan komputer jauh lebih efisien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan dengan mempekerjakan berpuluh-puluh SDM untuk hal serupa.
Pada era tersebut, belum terlihat suasana kompetisi yang sedemikian ketat. Jumlah perusahaan pun masih relatif sedikit. Kebanyakan dari perusahaan perusahaan besar secara tidak langsung “memonopoli pasar-pasar tertentu, karena belum ada pesaing yang berarti.
Hampir semua perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan telekomunikasi) dan pertambangan pada saat itu membeli perangkat komputer untuk membantu kegiatan administrasinya sehari-hari.
Keperluan organisasi yang paling banyak menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office, terutama yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan. Di pihak lain, kemampuan mainframe untuk melakukan perhitungan rumit juga dimanfaatkan perusahaan untuk membantu menyelesaikan problem-problem teknis operasional, seperti simulasi-simulasi perhitungan pada industri pertambangan dan manufaktur.

2.      ERA TEKNOLOGI            INFORMASI

Kegunaan komputer di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, namun lebih jauh untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak seperti halnya pada era komputerisasi dimana komputer hanya menjadi “milik pribadi” Divisi EDP (Electronic Data Processing) pada suatu perusahaan, di era kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (end-user computing).
Pemakaian komputer di kalangan perusahaan semakin marak, terutama didukung dengan alam kompetisi yang telah berubah dari monompoli menjadi pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan perusahaan yang sebagian prosesnya masih dikelola secara manual.
Pada era inilah komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa.

Kunci dari keberhasilan perusahaan di era tahun 1980-an ini adalah penciptaan dan penguasaan informasi secara cepat dan akurat. Informasi di dalam perusahaan dianalogikan sebagai darah dalam peredaran darah manusia yang harus selalu mengalir dengan teratur, cepat, terus-menerus, ke tempat-tempat yang membutuhkannya (strategis).
Ditekankan oleh beberapa ahli manajemen, bahwa perusahaan yang menguasai informasilah yang memiliki keunggulan kompetitif di dalam lingkungan makro “regulated free market”.Di dalam periode ini, perubahan secara filosofis dari perusahaan tradisional ke perusahaan modern terletak pada bagaimana manajemen melihat kunci kinerja perusahaan.
 Organisasi tradisional melihat struktur perusahaan sebagai kunci utama pengukuran kinerja, sehingga semuanya diukur secara hirarkis berdasarkan divisi-divisi atau departemen.



3.      ERA GLOBALISASI INFORMASI

Ketika sebuah seminar internasional mengenai internet diselenggarakan di San Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga perkembangan internet akan menjadi seperti ini.
Ibaratnya mereka melihat bahwa yang ditanam adalah benih pohon ajaib, yang tiba-tiba membelah diri menjadi pohon raksasa yang tinggi menjulang. Sulit untuk ditemukan teori yang dapat menjelaskan semua fenomena yang terjadi sejak awal tahun 1990-an ini, namun fakta yang terjadi dapat disimpulkan sebagai berikut:
Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi informasi. Keberadaannya telah menghilangkan garis-garis batas antar negara dalam hal flow of  information.Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari dalam atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of computer.

Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat.Terbukti sangat sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi
.
 Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual world of computer, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat dunia yang terhubung dengan jaringan internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau investasi yang mengalir bebas melalui jaringan internet.

Hal terakhir yang paling memusingkan kepala manajemen adalah kenyataan bahwa lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian seringnya berubah dan dinamis.

 Perubahan yang terjadi tidak hanya sebagai dampak kompetisi yang sedemikian ketat, namun karena adanya faktor-faktor external lain seperti politik (demokrasi), ekonomi (krisis), sosial budaya (reformasi), yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan baru yang harus ditaati perusahaan. Secara operasional, tentu saja  fenomena ini sangat menyulitkan para praktisi teknologi informasi dalam menyusun sistemnya

2.4   MANFAAT PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN    KOMUNIKASI

v  Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan
Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para usahawan. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkan setiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan bada kebiasaan kerja.
 Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan.
v  Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis 
Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet.
v  . Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan
Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening.
v  . Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan
Teknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seirng perkembangan zaman. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari Makalah Teknologi Informasi dan Komunikasi sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
v  . Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan
Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien.
v   .penerapan teknologi informasi dan komunikasi Terhadap Kehidupan   Bermasyarakat
     Proses penggunaan teknologi informasi dan komunikasi merupakan dasar yang muncul dan dikenal sebagai Informatika Masyarakat. Masyarakat informatika melibatkan diri lebih dari sekedar pengadopsian teknologi informasi dan komunikasi di dalamnya, tetapi ikut dalam penerapan teknologi informasi dan komunikasi demi keuntungan masyarakat lokal. Masyarakat informatika tidak hanya menghadapkan teknologi, tetapi juga gagasan sosial yang dikenal sebagai modal sosial. Masyarakat informatika juga memperkenalkan dimensi baru ke dalam konsep pembagian masyarakat berdasarkan modal budaya dan kelas sosial yang menstratifikasi masyarakat.







2.5 KEUNTUNGAN DAN KERUGIAN PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMASI
Perkembangan dunia iptek yang demikian pesatnya telah membawa manfaat luar biasa bagi kemajuan peradaban umat manusia.Adapun keuntungannya yaitu :
1.       Fungsi automating,
dimana teknologi informasi dan komunikasi membuat sejumlah cara kerja dan cara hidup menjadi lebih otomatis,
2.       Fungsi Informating,
bahwa teknologi informasi dan komunikasi membuat informasi berjalan dengan cepat dan akurat,bahkan bisa menyatukan dunia ke dalam sebuah system informasi live seperti internet,
3.       FungsiReformating,
teknologi informasi kini sudah lebih dikembangkan    untuk memformat ulang cara kita hidup dan bekerja.
Bagi masyarakat sekarang, iptek sudah merupakan suatu religion. Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan  membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia.
Iptek diyakini akan memberi umat manusia kesehatan, kebahagiaan dan imortalitas. Sumbangan iptek terhadap peradaban dan kesejahteraan manusia tidaklah dapat dipungkiri. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia







BAB III
KESIMPULAN


3.1 KESIMPULAN
Teknologi komunikasi itu menurut Rogers,1986 adalah peralatan perangkat keras dalam struktur organisasi yang mengandung nilai sosial yang memungkinkan individu untuk mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi. Dari yang dahulu pada zaman primif bentuk komunikasinya masih sangat sederhana, kemudian berkembang dan terus berkembang hingga akhirnya sampailah pada era digital seperti sekarang ini
Teknologi komunikasi dalam bidang pendidikan sendiri kini juga mengalami perubahan yang sangat luar biasa dimana dengan adanya teknologi komunikasi yang canggih telah membawa banyak sekali dampak yang berarti bagi perkembangan dunia pendidikan itu sendiri.
 Dapat dilihat perkembangan tersebut diantaranya yakni sistem pembelajaran yang bersifat e-learning, serta hal lain yang bersifat teknis misal dengan adanya komputer, maka memberikan kemudahan pihak instansi pendidikan dalam pendataan dan lain sebagainya.

3.2 SARAN
 Setiap pengguna teknologi haruslah mempunyai sikap yang kritis serta skeptis terhadap teknologi komunikasi,guna untuk mengambil manfaat yang baik dari perkembangan teknologi informasi dan mengecilkan kemungkinan dampak negative dari perkembangan teknologi yang semakin canggih.






DAFTAR PUSTAKA

Triyono Agus,2006,Teknologi Informatika Dan Komputer,Surakarta : Graha Multi Grafika.
Widyatmoko,2007,Teknologi Informasi Dan Komunikasi,Surakarta : Putra Nugraha.