Selasa, 02 Januari 2018

PENILAIAN AKTIVA BERDASARKAN IFRS DAN GAAP


TEORI AKUNTANSI
PENILAIAN AKTIVA BERDASARKAN IFRS DAN GAAP

            Menurut Hendi Somantri (2000:121) “Aktiva tetap atau disebut plant assets adalah aktiva berwujud yang dimiliki untuk digunakan dalam kegiatan usaha perusahaan, dan mempunyai masa manfaat lebih dari satu tahun”. Suatu benda berwujud harus diakui sebagai suatu Aktiva dan dikelompokan sebagai aktiva tetap apabila :
1.    Besar kemungkinan bahwa manfaat keekonomian dimasa yang akan datang
2.    Berkaitan dengan entitas tertent
3.    Memajukan pengorbanan ekonomi untuk memperoleh aktiva
4.    Menunjukan proses akuntansi
5.    Berkaitan dengan dimensi waktu
Jadi yang dimaksud aktiva tetap adalah aktiva yang diperoleh dalam bentuk siap pakai atau dengan dibangun lebih dahulu, yang digunakan dalam operasi perusahaan, tidak dimaksudkan untuk dijual dalam rangka kegiatan normal perusahaan dan mempunyai masa lebih dari satu tahun. Aktiva tetap lazimnya dicatat sejumlah harga perolehan. yang dimaksud harga perolehan adalah sejumlah uang yang dikeluarkan atau hutang yang timbul untuk memperoleh aktiva tetap, sampai aktiva tetap yang bersangkutan siap dioperasikan, maka harga perolehan ditetapkan sebagai berikut :
1)   Aktiva tetap yang diperoleh dalam bentuk siap pakai, harga perolehan ditetapkan atas dasar harga beli ditambah dengan harga biaya yang terjadi sebubungan dengan usaha menempatkan aktiva tetap yang bersangkutan. Contoh : biaya pemasangan, percobaan, dll.
2)   Aktiva tetap yang dibangun sendiri, harga perolehan ditetapkan atas dasar biaya-biaya yang terjadi sehubungan dengan pembangunan aktiva tetap yang bersangkutan, hingga siap dipergunakan. Contoh : biaya tenaga kerja, biaya tak langsung.
3)   Aktiva tetap yang diperoleh melalui pertukaran non moneter, harga perolehan ditetapkan atas dasar harga pasar aktiva diserahkan atau harga pasar aktiva diterima, tergantung harga mana yang lebih wajar.
4)   Aktiva tetap yang diperoleh dari sumbangan, harga perolehan ditetapkan atas dasar harga pasar aktiva yang terima atau harga taksiran yang wajar.

Pengertian dan Penilaian Perputaran Aktiva tetap
            Menurut Beams ( 2000: 121) perputaran aktiva tetap adalah “Posisi aktiva Tetap dan taksiran waktu perputaran aktiva tetap dapat dinilai dengan menghitung tingkat perputaran aktiva tetap yaitu, dengan membagi penjualan dengan total aktiva tetap bersih“.
            Maka dapat disimpulkan bahwa perputaran aktiva tetap ditentukan oleh 2 faktor utama yaitu, penjualan dan total aktiva tetap bersih. Yang dimaksud total aktiva tetap bersih adalah total aktiva tetap setelah dikurangi penyusutan aktiva tetap.
Prinsip Penilaian Aktiva tetap
            Penilaian aktiva tetap berkaitan dengan penentuan nilai pertukaran dari aktiva tersebut. Ada dua jenis pertukaran yaitu, nilai keluaran dan nilai masukan. Nilai keluaran adalah: aliran dana yang diperkirakan akan diterima perusahaan dimasa uang akan datang sesuai dengan harga pertukaran. sedangkan nilai masukan menunjukan jumlah rupiah yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh aktiva yang akan digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan.
            Dalam hubungannya dengan pengeluara-pengeluaran yang berhubungan dengan pengunaan aktiva tetap terdiri dari:
Ø Pemeliharaan (Maintenance)
     Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk mempertahankan aktiva tetap pada kondisi yang tetap baik. Dengan demikian tidak mengakibatkan penambahan manfaat.
Ø Reparasi
     Adalah pengeluaran yang bertujuan mengembalikan aktiva tetap pada kondisi semula. Manfaat ini hanya untuk kelangsungan jalannya operasi.
Ø Penggantian (Replacement)
     Adalah pengeluaran untuk mengantikan sebagian (komponen) aktiva tetap yang rusak berat. Akan menambah terhadap usia pengunaan aktiva tetap yang bersangkutan .
Ø Perbaikan (Betterment)
     Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk meningkatkan akiva tetap dari kondisi semula kepada kondisi yang lebih baik.
Ø Penambahan (Addition)
     Adalah pengeluaran yang bertujuan untuk memperluas dan peningkatan fasilitas yang sudah ada, misalnya penambahan bangunan.
Penyusutan Aktiva Tetap
            Menurut Hendi Somantri (2000:126) penyusutan adalah “Alokasi jumlah suatu aktiva yang dapat disusutkan sepanjang masa manfaat yang diestimasi, penyusutan untuk periode akuntansi dibebankan ke pendapatan baik secara langsung maupun tidak langsung”.
            Nilai perolehan aktiva tetap, selama masa penggunannya akan turun setiap saat, sehingga habis masa pengunaannya aktiva tetap dianggap sudah tidak mempunyai manfaat lagi bagi perusahaan. Karena aktiva tetap memberikan manfaat selama beberapa periode akintansi, maka kerugian tersebut harus dibebankan kepada periode–periode selama masa penggunaannya.
            Besarnya penyusutan yang menjadi beban setiap periode selam masa penggunannya. Aktiva tetap, tergantung kepada empat faktor sebagai berikut :
1.    Harga Perolehan
2.    Nilai Sisa atau Nilai Residu
            Adalah nilai aktiva tetap setelah habis masa penggunannya, biasanya ditetapkan atas dasar taksiran.
1.    Usia Ekonomis atau Usia Manfaat
2.    Metode Penyusutan yang diterapkan
            Metode penyusutan pada dasarnya dirancang atas dasar faktor-faktor tertentu contohnya : faktor waktu, faktor penggunaan. Metode penyusutan yang berdasarkan kepada faktor waktu antara lain:
1.      Metode Garis Lurus
Dimana metode ini , beban penyusutan tiap tahun penggunan aktiva tetap jumlahnya sama. Penyusutan = Harga perolehan – Nilai Residu
                               Usia Ekonomis
2.      Metode Beban Menurun yaitu :
a)      Metode Jumlah Angka Tahun
Metode ini penyusutan untuk tiap tahun jumlahnya menurun
Penyusutan : Sisa usia aktiva tetap x jmlh yang disusutkan Jumlah angka tahun usia
b)      Metode Menurun Ganda
Penyusutan ditetapkan atas dasar prosentase tertentu yang dihitung dari harga buku pada tahun yang bersangkutan.
Sedangkan metode penyusutan yang didasari kepada faktor penggunaanya, terdiri dari :
3.      Metode Satuan Jam Kerja
Metode ini, beban penyusutan ditetapkan atas dasar jam kerja yang dapat dicapai dalm periode yang bersangkutan .
penyusutan : jam kerja yg dicapai x tarif penystan tiap jam kerja
Tarif penyusutan tiap jam kerja : harga perolehan –nilai residu
Taksiran jam kerja yg dpt dicapai
4.      Metode Satuan Hasil Produksi
Metode ini sama dengan satuan jam kerja, yaitu berdasarkan kepada faktor penggunaannya.
Tarif penyusutan tiap satuan : harga perolehan –nilai residu
Taksiran jumlah satuan yang dihasilkan
Perlakuan Akuntansi di Negara lain mengenai Penilaian Aktiva
            Standar Akuntansi adalah regulasi atau aturan (temasuk pula hukum dan anggaran dasar) yang mengatur penyusutan laporan keuangan. Penetapan standar adalah proses perumusan atau formulasi standar akuntansi. Standar akuntansi merupakan hasil dari penetapan standar, meskipun pada praktiknya berbeda dengan yang telah ditentukan oleh standar. Perbedaan ini disebabkan antara lain:
Ø  Hukum atas ketidakpatuhan terhadap ketentuan akuntansi resmi, pada kebanyakan Negara cenderung lemah dan tidak efektif.
Ø  Perusahaan secara sukarela boleh melaporkan informasi akuntansi lebih banyak daripada yang diharuskan.
Ø  Beberapa Negara memperbolehkan perusahaan untuk mengabaikan standar akuntansi jika dengan melakukannya maka operasi dan posisi keuangan perusahaan akan tersajikan secara lebih baik.
Ø  Di beberapa Negara standar akuntansi hanya berlaku untuk laporan keuangan perusahaan itu sendiri, bukan untuk laporan konsolidasi.
            Penetapan standar akuntansi pada umumnya melibatkan gabungan dari sektor swasta dan sektor publik. Sektor swasta meliputi profesi akuntansi, pengguna, dan penyusun laporan keuangan, sedangakan sektor publik antara lain otoritas pajak kementerian yang bertanggung jawab atas hukum komersial serta komisi pasr modal. Selain kedua faktor tersebut terdapat pula bursa efek yang turut mempengruhi penetapan standar akuntansi ini
Penetapan dari faktor-faktor ini berbeda antara satu Negara dengan Negara yang lain. Dalam hal ini kita akan membandingkan sistem akuntansi nasional khususnya Penilaian Aktiva enam Negara besar meliputi Prancis, Jerman, Jepang, Belanda, Inggris, dan amerika Serikat. Berikut adalah kajian sistem akuntansi nasional khususnya penilaian aktiva enam Negara yang di perbandingkan.
a.    Prancis
Akuntansi prancis memiliki karakteristik ganda yaitu:
Perusahaan secara tersendiri
1.    Sewa guna usaha dilakukan langsung sebagai beban
2.    Aktiva berwujud dinilai berdasarkan historical cost
3.    Aktiva tetap didepresiasikan dengan metode garis lurus atau saldo berganda
4.    Revaluasi atas nilai berjalan (current value) dimungkinkan, khususnya untuk property, pabrik, peralatan dan investasi jangka panjang.
5.    Persediaan dinilai berdasarkan metode FIFO atau rata-rata tertimbang
6.    Biaya R&D dibebankan pada saat terjadinya. Dikapitalisasikan dan di amortisasi tidak lebih dari 5 tahun.
7.    Cadangan resmi harus dibuat dengan menyisihkan 5% dari laba/tahun
Ø  Kelompok usaha konsolidasi
1.    Standar pelaporan keuangan internasional (IFRS) menjadi dasar laporan konsolidasi di prancis setelah tahun 2009
2.    Lebih fleksibel, menyesuaikan dengan IFRS bahkan GAAP
3.    Sewa guna usaha tidak harus dikapitalisasi
4.    Metode pembelian umumnya digunakan dalam mencatat penggabungan usaha.
Penilaian Aktiva di Negara Prancis adalah  historis.


b.   Jerman
       Praktik akuntansi jerman mengacu kepada Hukum Komersial (HB). Penilaian Aktiva di Negara Jerman menggunakan biaya historis dasar penilaian aktiva berwujud.
c.    Jepang
       Akuntansi dan pelaporan keuangan jepang mencerminkan gabungan pengaruh domestik dan internasioanal dimana secara umum berkembang. Persediaan dapat dinilai berdasarkan biaya perolehan atau mana yang lebih rendah antara biaya atau harga pasar, namun biaya yang paling banyak digunakan. Investasi pada surat berharga dinilai sebesar nilai pasar. Aktiva tetap dinilai sebesar biaya perolehan dan disusutkan sesuai dengan hukum pajak. Metode saldo menurun merupakan metode depresiasi yang paling umum. Penilaian Aktiva di Negara Jepang adalah historis.
d.   Belanda
       Belanda memiliki ketentuan akuntansi dan pelaporan keuangan yang permisif meskipun dengan standar praktik-praktik professional yang sangat tinggi dengan orientasi pada penyajian yang wajar. Pelaporan keuangan dan akuntansi pajak merupakan dua aktivitas yang berbeda. Goodwill yang merupakan perbedaan antara biaya akusisi dengan wajar aktiva dan kewajiban yang dibeli. Metode ini umum digunakan biasa disebut sebagai pembelian. Penilaian Aktiva di Negara Belanda adalah historis & current.
e.    Inggris
       Akuntansi di inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan secara pragmatis menikapi kebutuhan dan praktik usaha. Warisan akuntansi inggris bagi dunia sangat penting. Inggris merupakan Negara pertama didunia yang mengembangakan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang.
       Inggris memperbolehkan baik metode akusisi dan merger dalam mencatat akuntansi untuk penggabungan usaha. Kondisi penggunaan metode disebut sebagai pooling of interest method di Amerika Serikat begitu ketat sehingga hampir tidak pernah digunakan. Pengeluaran reset dihapus bukukan pada tahun terjadi pengeluaran dan dalam kondisi tertentu biaya pengembangan dapat di tangguhkan. Namun demikian, dalam praktik hanya sedikit preusan inggiris yang melakukan kapitalisasi atas biaya pengembangan. Sewa guna usaha mengalihkan risiko dan imbalan kepemilikan kepada pihak penyewa (lessee) dikapitalisasikan dan kewajiban sewa guna usaha disajikan sebagai akun kewajiban. Penilaian Aktiva di Negara Inggris adalah historis.
f.     Amerika Serikat
       Akuntansi di Amerika Serikat di atur oleh sektor badan swasta (FASB) serta lembaga sebuah pemerintah (SAC). Proses auditing perudahaan publik sendiri di atur oleh badan pengawas Akuntansi perusahaan publik (PCAOB) yang langsung diawasi oleh STC. Penilaian Aktiva di Negara Amerika Serikat adalah historis.
IFRS di Negara lain
Prancis
1.      Standar pelaporan keuangan internasional (IFRS) menjadi dasar laporan konsolidasi di prancis setelah tahun 2009
2.       Lebih fleksibel, menyesuaikan dengan IFRS bahkan GAAP
3.      Standar IFRS lebih mengarah pada penggunaan nilai wajar, terutama properti investasi, beberapa aset tak berwujud, aset keuangan, dan aset biologis. Dengan demikian maka diperlukan sumber daya yang kompeten untuk menghitung nilai wajar atau bahkan perlu menyewa jasa konsultan penilai terutama untuk asset-aset yang tidak memiliki nilai pasar aktif.
Perbedaan GAAP dengan IFRS terletak pada :
1.      Dalam metode penilaian persediaan, GAAP mengenal metode FIFO, LIFO dan avarege, sedangkan IFRS hanya mengenal metode FIFO dan avarage saja.
2.      Dalam Laporan Keuangan versi GAAP terdapat pos luar biasa, sedangkan Laporan Keuangan IFRS tidak terdapat pos luar biasa, tetapi diganti dengan pendapatan komprehensif lainnya.
3.      GAAP berbasis aturan, sedangkan IFRS berbasis prinsip saja.
4.      Dalam mengukur nilai aset, GAAP menilai menggunakan nilai historis, sedangkan IFRS menilai menggunakan nilai wajar.
5.      Fokus Laporan keuangan pada GAAP adalah Laporan Laba Rugi, sedangkan IFRS berfokus pada Laporan Posisi Keuangan (neraca) dan Laporan Laba Rugi.

DAFTAR PUSTAKA
http://yetikusumawati.blogspot.co.id/2011/03/penilaian-aktiva.html
http://leoagung16.blogspot.co.id/2015/04/mengenal-perbedaan-ifrs-dengan-us-gaap.html
http://ywap4315.blogspot.co.id/